Ide Desain Rumah yang Membuat Anak Anak Betah

Posted on

Ide Desain Rumah yang Membuat Anak Anak Betah

Pindah rumah ternyata tidak semudah yang dipikirkan, apalagi pindah ke rumah yang memiliki ukuran besar. Furnitur dari rumah sebelumnya menjadi terlihat sangat kecil dan kurang pas. “Memang desainnya model lama, hanya satu lantai, tapi ukuran ruangnya luas dan besar. Jadi butuh penyesuaian agar rumah masih bisa terlihat nyaman. Furniturnya lama saya seperti ‘mengecil’ sendiri kalau masuk rumah ini,” canda Yona. Luas tanahnya mencapai 916 meter persegi dengan desain satu bangunan. Ruang terbuka ada di area depan dan belakang berupa taman dan kolam renang. Merasa kurang piawai untuk menata furnitur, Yona dibantu Rumah Sabine untuk mendekorasi ulang. Beberapa kebutuhan seperti dapur, panel teve, lemari pakaian, meja makan, rak sepatu, dan kamar tidur utama sepenuhnya dibuat Rumah Sabine. “Secara konsep suami ingin warna putih yang dominan. Warna yang lebih aman dan mudah dipadupadankan dengan warna lainnya. Putih juga mewakili ekspresi suami yang menyukai desain klasik Amerika,” ujar Yona yang mengaku lebih suka warna maskulin. Kamar tidur utama memadukan warna putih dengan abu-abu dan biru pada bagian dinding ruang dan tempat tidur. 1 Biru menjadi warna yang selalu ada di ruang lainnya seperti ruang keluarga yang diwakili sofa, ruang hobi, dan piano pada area dindingnya.

“Benang merah antar ruang dijembatani warna biru,” jelas Yona. Sofa pada ruang keluarga merupakan make over furnitur lama. “Hanya menambah busa dan mengganti cover, terlihat baru kembali,” ujar Yona banga. Ruang yang tidak kalah merepresentasikan pemilik adalah ruang piano dan hobi. Yona memiliki grand piano, karena ia mengajar piano di rumah. “Di rumah ini, saya bisa mengajar piano dengan lebih leluasa,” katanya. Untuk melengkapinya, terdapat ruang hobi dengan menempatkan gitar di sisi sebelahnya. “Area hobi itu buat anak-anak, karena mereka suka main gitar. Jadi sewaktu-waktu kalau kumpul bisa meluapkan ekspresi dan hobi sama-sama di sini,” terang Yona. Di ruang makan, Yona memilih meja panjang dengan kapasitas yang lebih banyak dari angota keluarganya sendiri yang berjumlah 4 orang. Alasannya bisa digunakan ketika ada teman suami atau anakanak yang berkunjung bisa duduk-duduk di area tersebut. Di sebelahnya terdapat dapur dengan ukuran yang cukup luas. Putih warna yang dominan di area ini.

 

Selain itu, Yona juga memilih meja semi bar yang menjadi satu dengan area dapur. “Di sini bisa sarapan atau menikmati camilan. Bisa juga tempat duduk tambahan jika meja makan sudah penuh,” imbuh Yona. Satu-satunya furnitur ruang yang dibawa Yona dari rumah lama ada pada ruang keluarga. “Sedikit memaksakan memang, karena ukurannya lebih kecil. Tapi secara warna dan desain furniturnya masih bisa diterima,” kata Yona santai. Ruang ini difungsikan sebagai ruang keluarga atau ruang tamu jika ada murid-murid Yona yang berlatih piano. Yona memberi keleluasaan pada anaknya untuk menata kamar tidur. “Tidak 100 persen kreasi mereka memang, tapi saya coba memenuhi apa yang paling pas pada diri anakanak.

 

Misal kamar anak kedua yang seorang atlet golf dan suka sekali olah raga. Saya biarkan ada tenda di dalam kamar, karena kadang tidurnya di situ. Di area belakangnya juga saya buatkan taman dan lapangan mini golf sebagai tempat berlatih,” jelas Yona. Pada kamar anak tertua, ekspresinya lebih sederhana. Sebuah tempat tidur dengan motif bunga pada bedcover dipadukan suasana ruang yang clean dengan warna putih. Warna berbeda, yaitu biru dan kuning direpresentasikan melalui gorden dan sofa di sudut ruang. “Supaya tidak monoton, saya masukan unsur biru dan kuning,” tegas Yona. Meski masih banyak ruang kosong yang belum mendapat sentuhan interior. Yona meyakini ini desain yang cukup baik dan mampu mewujudkan ekspresi masing-masing penghuni. “Jikapun ingin menata lagi, ada satu ruang di depan yang belum diapa-apakan. Sekarang jadi tempat simpan alat golf. Inginnya ditata jadi area pajang yang menarik,” harap Yona diakhir obrolan.

Yang terakhir dan tidak kalah penting adalah Yona menambahkan instalasi genset perkins di rumahkan. Yona ingin memastikan rumahnya pasti di aliri listrik. Dengan aliran listrik yang cukup aktifitas anak anak di rumah tidak terganggu. kapasitas genset perkins yang digunakan cukup 10 kva saja karena untuk kebutuhan rumah tangga