Sepatu Bayi Laki Laki – Kini saatnya Anda untuk mengetahui apa saja yang harus dihindari saat memilih sepatu. Sehingga Anda bisa mendapatkan sepatu yang cocok dan pas dengan keinginan anak. Termasuk bisa memenuhi kebutuhan mereka dalam melakukan aktivitas.

Apa saja hal-hal yang harus dihindari dalam memilih sepatu? Simak ulasannya di bawah ini ya.

Memilih Sepatu yang Kaku dan Terlalu Keras

Seperti yang sudah diungkap sebelumnya, sebaiknya memilih sepatu anak dari bahan yang ringan dan lembut. Jadi, selalu hindari memilih sepatu anak dari bahan yang kaku dan keras.

Mungkin maksud Anda dalam memilih sepatu yang kaku dan keras adalah untuk melindungi kaki si buah hati. Namun, sepatu dengan bentuk seperti ini hanya akan membuat otot kaki menjadi cepat lelah.

Pasalnya, sepatu yang kaku dan keras ini memang akan menguras banyak energi anak. Beban sepatu yang cukup berat membuat dia menjadi cepat lelah. Sehingga tidak bisa menjalankan aktivitasnya dengan menyenangkan.

Lihat Juga : Harga Kaos Distro Bandung

Memilih Sepatu dengan Model Sepatu Orang Dewasa

Model sepatu anak biasanya memang didesain sesuai dengan umur mereka. Seperti menggunakan warna-warna yang ceria dan banyak dihiasi dengan berbagai karakter kesayangan anak-anak.

Desain seperti ini memang hanya akan muncul di sepatu anak-anak. Tidak akan muncul di sepatu orang dewasa. Begitu pula sebaliknya, model sepatu dewasa tidak pas diterapkan pada sepatu anak.

Beberapa model sepatu dewasa memang ada yang masih bisa cocok diterapkan pada sepatu anak. Namun, ini justru akan membuat anak kehilangan karakteristik mereka yang aktif dan ceria.

Sepatu Masih Baik Jika Anak Tidak Mengeluh

Masih ingat tentang uraian soal perkembangan kaki anak yang begitu pesat hingga ia berumur 10 tahun di atas? Ini harus Anda perhatikan sekiranya sepatu yang dibeli masih bertahan lebih dari 6 bulan. Lihat apakah anak mulai mengeluh saat memakai sepatu tersebut atau tidak.

Jika memang belum ada keluhan dari anak, tetap harus dilakukan pemeriksaan. Apakah ukuran sepatunya masih mencukupi atau sudah mulai mengecil. Karena anak kadang malas untuk berbicara soal sepatunya meski sudah mulai tidak merasa nyaman. Terlebih jika sepatu tersebut merupakan sepatu kesayangannya yang selalu dipakai ke mana pun ia pergi.