Ditjen Pajak Mengundang Pengusaha, Ini Pokok Pembahasannya

Posted on

Ditjen Pajak Mengundang Pengusaha, Ini Pokok Pembahasannya

Konsultan Pajak Jakarta – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak di Jakarta Selatan I telah mengadakan tax gathering untuk wajib pajak potensial. Aktivitas ini mengambil tema unik yakni “Mewujudkan Kemandirian Bangsa Dengan Kontribusi Sukarela dan Terbuka.”

WP yang ikut berkumpul di dalam acara itu asalnya dari beragam kalangan tapi yang paling utama adalah pengusaha nasional termasuk Chairman juga Founder dari CT Corp, Chairul Tanjung. Acara ini terselenggara dengan baik dan lancar di Hotel Kartika Chandra.

Tax Gathering ini diselenggarakan dengan masksud untuk membantu mempererat tali silaturahmi dengan seluruh wajib pajak, terutama wajib pajak prominent. Dari kegiatan ini, Kantor Wilayan Direktorat Jenderal Pajak, Jaksel juga berharap bisa melakukan pendekatan dengan lebih persuasive terutama pada para pengambil keputusan di kegiatan usaha wajib pajak juga membantu menciptakan hubungan yang baik dan erat di antara tax official dengan tax payer.

“Diucapkan terima kasih pada wajib pajak yang sudah memanfaatkan program TA (Tax Amnesty) dan dengan berakhirnya program Tax Amnesty tersebut maka kesempatan bagi semua wajib pajak untuk dapat memperbaiki kepatuhan serta pemahaman kewajiban pembayaran pajak telah tertutup” ucapa Kepala Kantor Wilayan KPP Madya, Jaksel I, yakni Sakli Anggoro.

Beliau pun turut berbicara tentang Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 1 Tahun 2017 mengenai Akses Informasi Keuangan Untuk Kepentingan Perpajakan per tangga 8 Mei 2017 di mana aturan ini disahkan menjadi UU Nomor 9 Tahun 2017 per tanggal 23 Agustus 2017.

Hal tersebut sebagai tindak lanjut dari komitmen negara untuk mengimplementasikan Automatic Exchange of Information serta mekanisme ini sangat amat diharapkan bisa membawa dana segar yang masih ada di luar negeri untuk kembali lagi ke bumi pertiwi jadi akan membantu proses peningkatan penerimaan negara.

“Dengan menggunakan sistem ini, WP yang sudah membuka rekeningnya di negara selain Indonesia akan dapat terlacak secara langsung berkat otoritas pajak dari negara asalnya” ungkapnya.

Beliau mengatakan jika sistem AEol ini sangat bermanfaat terutama untuk membantu pengurangan pengemplang pajak yang hingga saat ini masih menghindari membayar pajak. Akan tetapi beliau memastikan jika pertukaran data ini nantinya tidak akan dilakukan sembarangan, melainkan ada kewenangannya, di antara otoritas pajak saja yang berwenang di tiap negara.