Aktivitas nonton film dianggap sebagai sebuah jalur terlihat berasal dari kenyataan yang tersedia kalanya membosankan. Apalagi kecuali film-film yang ditonton punyai jalur cerita yang seru dengan pembawaan yang bener-bener kita idolakan. Meski demikian, enggak semua orang memilih pergi ke bioskop untuk nonton film. Banyak di antara mereka—mungkin terhitung lo—suka nonton film di rumah. Entah dengan membeli film di aplikasi-aplikasi resmi, membeli DVD resmi, atau yang terakhir, nonton film bajakan.

Saat ini, telah banyak beredar web site bajakan yang menyajikan bermacam type film secara gratis, baik yang telah maupun enggak dulu diputar di bioskop. Beberapa web site yang lumayan populer adalah LK21 atau Layar Kaca 21 dan IndoXXI. Dua web site ini banyak menjadi pembicaraan gara-gara koleksi yang lengkap dan server yang cepat.

Mau nonton film yang baru beredar seminggu yang lalu? Dua web site berikut telah menyediakannya kendati barangkali kualitasnya tetap sekadar cam alias rekaman. Kalau rela nonton yang lebih nyaman, lo dapat nunggu sebulan hingga tiga bulan hingga terlihat versi high-definition (HD).

Semua orang, terhitung lo, tentunya menyadari bahwa perihal berikut tentunya enggak legal. Namun, gara-gara satu dan lain hal, beberapa berasal dari kita menjadi tutup mata bakal perihal itu. Padahal, wajib disadari bahwa keberadaan situs-situs ilegal ini berpengaruh pada kualitas memproses film. Nah, sebagai pencinta film, yuk, membuka mata lo!

Bioskop Ilegal, Murah dan Enggak Ribet

Bisa lo bayangin, kenapa banyak orang yang mengurungkan kemauan ke bioskop dan menentukan nonton film di web site bajakan? Pertama, lo butuh kala membuat pergi ke bioskop dan menyesuaikan dengan jadwal film yang ada. Kedua, harga tiket itu enggak murah-murah amat, lebih-lebih kecuali lo nonton di kelas premier yang eksklusif. Bayangin aja, kecuali lo wajib maraton film sebulan penuh, berapa uang yang wajib lo keluarin? Bisa membuat langganan katering bulanan, tuh!

Selain itu, enggak semua orang puas nonton sendiri dan dikelilingi orang asing. Kadang, perihal ini membuat mati gaya. Apalagi kecuali di sebelah lo adalah sepasang kekasih yang enggak kenal daerah membuat bermesraan.

Nah, situs-situs film bajakan ngambil celah di sini. Lo dapat nonton film apa aja, di mana aja, kapan aja. Mau di kampus, bisa. Waktu perjalanan mudik? Boleh banget. Di kamar sambil makan popcorn? Ideal, deh. Lo serasa punyai bioskop spesial di mana-mana. Pertanyaannya, apakah yang lo jalankan itu legal?

Jawabannya jelas. Namun, banyak di antara kita menjadi enggak pikirkan karena, yah, berapa, sih, kerugian para produser film besar itu bila dibandingkan dengan tabiat kita? Lagipula, kecuali kita enggak punyai uang gara-gara biasanya nonton film, para sineas itu enggak bakal membantu kita, ‘kan? Sesuai dengan komitmen ekonomi, manusia cenderung pingin mendapatkan keuntungan setinggi barangkali dengan pengorbanan serendah-rendahnya.

Enggak tersedia yang menyadari siapa aja sosok di balik Layar Kaca 21. Nama situsnya aja berubah-ubah. Sekarang, web site LK21 (dulunya adalah lk21.tv) berubah menjadi lkxxi.net. Perubahan domain ini tentunya dijalankan sehingga web site enggak mudah terblokir gara-gara web site asli telah diblokir oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Maklum, namanya terhitung web site film bajakan.

Meski domainnya telah ganti, orang-orang tetep menyebutnya dengan nama LK21. Yap, film bajakan sesungguhnya telah sama juga serupa nama ini, lebih-lebih sama sekali lo nontonnya di web site grandxxi.com dan situs-situs lain dengan nama yang ribet.

Pendapatan Bulanan yang Menyamai Keuntungan Bioskop

Coba deh, lo cari kata kunci “LK21” atau “IndoXXI” di Twitter. Niscaya, lo bakal ngelihat banyak orang merekomendasikan dua web site ini membuat nonton film, alih-alih nonton di bioskop. Bahkan, banyak orang ogah-ogahan ke bioskop dan memilih untuk menanti film yang paling disayangi di LK21.

Berdasarkan information 2017 di Histats dan Alexa, peringkat LK21 di internet terlampau patut “diacungin jempol”. Dalam Histats, tertera bahwa information pengunjung LK21 mencapai rata-rata 8 juta orang per hari. Dengan perhitungan iklan dikalikan jumlah pengunjung, dapat diperkirakan bahwa penghasilan LK21 per hari mencapai Rp80 juta.

Yap, jumlah yang terlampau fantastis! Pemiliknya barangkali suatu kala dapat membuat bioskop sendiri. Yah, information ini hanya valid pada 2017 gara-gara LK21 doyan gonta-ganti nama situs, lebih-lebih barangkali punyai bermacam cabang situs.

Sementara itu, IndoXXI sendiri masuk ke 40 besar web site terbanyak dibuka di Indonesia diamati dari Alexa. Berdasarkan information dari Azstats sendiri, diperkirakan web site ini dapat mendapatkan lebih kurang 20.000 dolar Amerika per hari atau lebih kurang Rp280 juta. Lo bayangin, deh, didalam sebulan IndoXXI.cool dapat meraup keuntungan hingga Rp8,4 miliar.

Bisnis Bioskop Ilegal, Lebih Manis daripada Bisnis Bioskop Legal

Pengalaman lihat film secara langsung di layar bioskop sesungguhnya enggak tergantikan. Apalagi, sekarang bioskop layaknya XXI atau CGV Blitz menambahkan inovasi-inovasi baru. Sebut aja daerah lihat yang cozy, pernak-pernik unik, dan layanan bioskop premium contoh Velvet yang mana tiap tiap orang dapat dapat satu sofabed untuk nonton film.

Nah, usaha film ini pun dianggap sebagai usaha manis gara-gara keuntungan lo dapat berlipat ganda sampai 300% dari modal layaknya proyektor dan layar. Namun, wajib diingat bahwa sebuah bioskop punyai ongkos operasional tinggi, terasa berasal dari listrik, kebersihan, air, hingga pajak hiburan. Yap, pajak hiburan membuat film sendiri lumayan besar, yakni 10%!

Oh, ya, balik lagi ke web site nonton film bajakan. Viewers situs-situs ini dapat mencapai jutaan per harinya. Ini angka fantastis yang tentunya sukar dicapai oleh bioskop mana pun. Bahkan, angka 6 juta aja telah dianggap tinggi untuk jumlah penonton film Indonesia.

Jadi, lo dapat bayangin, bagaimana ruginya para produser film dan bioskop dengan tambah maraknya web site bajakan, ‘kan? Apalagi, tidak serupa serupa bioskop, mereka enggak bayar pajak dan enggak bayar apa pun ke para produser dan juga sineas. Sedihnya lagi, banyak media daring yang ngasih menyadari lo cara-cara membuat mengunduh film berasal dari situs-situs kayak LK21 dan IndoXXI.

Ya, nonton streaming aja telah lumayan membunuh banyak film bagus. Bagaimana kecuali dapat diunduh pula? Pastinya, film-film tambah mudah untuk diperbanyak dan didistribusikan secara ilegal.

Bayangkan aja, lo telah mengeluarkan uang banyak membuat sebuah proyek, namun tersedia orang-orang yang nikmati proyek itu tanpa bayar. Kalau hanya satu orang, sih, tetap mending. Nah, bagaimana kecuali hingga jutaan per hari?

Kalau lo produser film-film Marvel, lo barangkali tetap dapat cuek sedikit. Lain halnya kecuali lo menjadi produser film-film Indonesia yang lo menyadari ada problem banget membuat mencapai angka pemirsa jutaan didalam sekali masa tayang berasal dari semua bioskop se-Indonesia.

Pembajakan dan Kematian Industri Perfilman

Sebetulnya, terlampau jauh kecuali kita bilang bahwa web site bajakan kayak LK21 itu membuat film-film pada mati. Nyatanya, film-film baru tetap diproduksi dan keuntungan berasal dari film-film itu tetep besar. Namun, perihal ini dapat aja berjalan kecuali kita ngomongin film-film Box Office dengan keuntungan yang sesungguhnya setara dunia.

Masalahnya, enggak semua film kayak begitu. Seperti yang telah disinggung sebelumnya, film Indonesia enggak seluruhnya menguntungkan. Banyak yang kendati idenya bagus, nyatanya enggak banyak orang tertarik.

asaran, berapakah harga memproses sebuah film di Indonesia? Berbeda dengan film Hollywood, film-film Indonesia sesungguhnya enggak terlampau transparan soal ongkos pembuatan. Namun, tersedia beberapa film yang ketahuan perkiraan ongkos pembuatannya. Habibie & Ainun (2012) misalnya.

Mungkin lo pikir, sebabkan film drama tanpa efek bak film-film Marvel enggak bakal menggunakan banyak dana. Salah besar. Buat film Habibie & Ainun, rumah memproses yang terkait diperkirakan mengeluarkan biaya sekitar Rp40 miliar.

Sementara itu, film aksi memiliki kwalitas layaknya The Raid 2 (2014) menggunakan ongkos produksi sekitar Rp54 miliar. Bahkan, mahasiswa jurusan penyiaran atau perfilman yang membuat film pendek simpel membuat tugas kuliah aja wajib menggunakan dana jutaan kecuali rela hasilnya berkualitas.

Jadi, sesungguhnya enggak bijak kecuali kita berkelanjutan mengkritik kualitas bermacam film, terutama yang di didalam negeri, kecuali kita tetap nonton film bajakan berasal dari tempat-tempat kayak LK21. Yap, gara-gara kita terlampau malas nonton film-film bagus di bioskop, pada pada akhirnya banyak produser yang berpikir bagaimana caranya membuat film dengan bujet serendah mungkin, namun dapat mendulang keuntungan besar. Salah satunya membuat film-film yang ceritanya ngaco atau sekadar mengekor kesuksesan film lama, namun sarat kontroversi.

***

Nah, sebagai pencinta film, lo enggak wajib wajib menggunakan semua uang lo membuat lihat semua film di bioskop. Namun, lo dapat memulainya dengan lihat film-film yang sesungguhnya terlampau lo sukai di bioskop. Kalau sesungguhnya cinta, kenapa wajib memanfaatkan yang palsu?

Oh, iya, bagaimana kecuali lo enggak punyai kala membuat ke bioskop namun selalu pingin nonton film di jalur yang benar? Lo bisa, kok, membuka web site dan aplikasi streaming legal yang menyajikan banyak tayangan berkualitas, terasa berasal dari film, serial, drama Korea, hingga anime. Sebut aja Netflix, Hooq, Viu, iFlix, Hulu, Crunchyroll, dan tetap banyak lagi.

Yuk, coba utarain pendapat lo di kolom komentar!