9 Fungsi Pers Dalam Media Kontrol Sosial

Posted on

Kabar Berita Indonesia – Pers merupakan bagian berasal dari instansi kemasyarakatan. Pers bergerak dalam bidang pengumpulan dan penyebaran informasi. Pers mempunyai visi untuk ikut mencerdaskan dan menegakkan keadilan bagi masyarakat. Dalam menjalankan tugasnya, pers wajib mencermati tata nilai yang berlaku dalam masyarakat. Masyarakat mempunyai hak untuk sadar segala hal yang berkenaan bersama dengan hajat hidup mereka, dan pers dituntut untuk memenuhi kebutuhan informasi berikut bagi masyarakat.

Dalam Undang-Undang Pers No.40 Tahun 1999; dinyatakan bahwa pers merupakan instansi sosial dan juga wahana komunikasi massa. Pers melaksanakan kesibukan jurnalistik, dan berperan sebagai media informasi yang mempunyai manfaat pendidikan, hiburan, dan juga pengecekan sosial. Sebagai media informasi, pers membawa tanggung jawab untuk menyebarluaskan informasi positif yang menopang kemajuan masyaakat. Sebagai media pendidikan, pers bertanggung jawab untuk memberikan fakta secara objektif dan selektif, sehingga mampu menyeimbangkan arus informasi. Sebagai media hiburan, pers bertang ung jawab untuk menambahkan hiburan yang berbentuk netral dan mendidik, dan juga tidak melanggar norma-norma yang berlaku dalam masyarakat.

Sebagai media pengecekan sosial, pers bermanfaat untuk memberikan dan memaparkan moment buruk, atau kondisi yang menyalahi aturan, tidak terhadap tempatnya; yang terjadi dalam kehidupan masyarakat. Hal berikut ditunaikan sebatas sehingga penduduk sadar kejadian disekitarnya, dan waspada dan juga mampu melaksanakan pencegahan sehingga kejadian sama tidak terulang kembali. Selain itu, hal berikut juga bakal mampu menambah kesadaran penduduk untuk menaati peraturan, dan juga berbuat baik terhadap sesama.
Dalam fungsinya sebagai pengecekan sosial, pers mempunyai kandungan makna demokratis yang mempunyai unsur: (1) sosial participation, yaitu keikutsertaan rakyat dalam pemerintahan; (2) social responsibility, yaitu pertanggung jawaban pemerintah terhadap rakyat; (3) social support, yaitu pertolongan rakyat terhadap pemerintah; dan juga (4) sosial control, yaitu pengawasan terhadap tindakan-tindakan pemerintah dimasyarakat. Dibawah ini bakal kami paparkan lebih luas mengenai manfaat pers dalam media pengecekan sosial.

1. Pers bermanfaat melaksanakan pengecekan sosial untuk menghindar terjadinya penyalahgunaan kekuasaan lebih-lebih dalam pemerintahan. Penyalahgunaan kekuasaan berikut mampu berbentuk korupsi, kolusi, nepotisme (KKN), ataupun penyimpangan dan penyelewengan jabatan lainnya. Melalui media massa , pers memegang kegunaan penting dalam melakukan perbaikan keadaan.

2. Pers bermanfaat untuk memberikan dan juga memaparkan moment tidak baik yang terjadi dalam kehidupan masyarakat. Peristiwa tidak baik berikut mampu berbentuk kondisi yang menyalahi aturan, atau kondisi yang tidak terhadap tempatnya. Fungsi pers sebagai ‘penyampai berita buruk’ ini penting dilakukan, sehingga penduduk mampu menemukan solusi untuk melaksanakan pencegahan, atau setidaknya menjadi lebih waspada; sehingga moment sama tidak lagi terjadi. Selain itu, berita tidak baik yang disampaikan pers juga mampu menambah kesadaran penduduk dalam menaati aturan dan norma yang berlaku dalam masyarakat.

3. Selain memberitakan penyelewengan yang terjadi dalam pemerintahan, pers juga bermanfaat untuk memberitakan kebijakan-kebijakan baik yang ditunaikan pemerintah secara aktual dan faktual. Hal berikut wajib ditunaikan sehingga penduduk mampu berikan pertolongan kepada pemerintah, berkenaan kebijakan tersebut. Dengan demikian, tak hanya mempermudah pemerintah dalam melaksanakan pembangunan masyarakat, juga bakal mencerdaskan penduduk dan menghindarkan penduduk cuma lihat segi tidak baik pemerintahan.

4. Pers bermanfaat sebagai jembatan pada seluruh pihak sosial, menambahkan informasi yang berimbang dan aktual. Dalam hal ini pers wajib berbentuk netral. Ketika terjadi penyelewengan kekuasaan yang ditunaikan pejabat pemerintah, perumpamaan korupsi; pemberitaan yang ditunaikan pers mampu membawa dampak rakyat merespon dan akhirnya bergerak menuntut perbaikan kondisi . Sebaliknya, dikala suatu keadaaan yang tidak semestinya terjadi dalam masyarakat, maka bakal kuantitas khalayak yang merespon pemberitaan berikut bakal makin besar; akibatnya pemerintah rela tidak rela bakal memperhitungkan dan juga merespon isu media tersebut.

5. Sebagai pengecekan sosial, pers dikehendaki berperan aktif dalam proses pemerintahan, baik berkenaan kebijakan pemerintah maupun aliran dana, dan lainnya . Sehingga terjadi transparasi dalam proses pemerintahan terhadap mayarakat. Dala hal ini pers berperan sebagai watch dog of the public interest, di mana pers wajib senantiasa membela keperluan mayarakat.

6. Selain berperan aktif dalam proses pemerintahan, sebagai control sosial pers juga bertanggung jawab untuk berperan aktif dalam proses kemayarakatan. Baik berkenaan pendapat umum yang tercipta, maupun kondisi mayarakat itu sendiri. Sehingga pers bakal mendorong terciptanya penduduk yang cerdas dan sejahtera.

7. Pers bermanfaat sebagai alat perubahan sosial dan pembaharuan masyarakat. Dengan melaksanakan bermacam pemberitaan yang dianggap penting, pers mampu mencerdaskan penduduk dan mendorong pembentukan pendapat umum. Dengan demikian bakal mendorong terjadinya perubahan dan pembaharuan dalam penduduk itu sendiri.

8. Dalam negara demokrasi layaknya di Indonesia , pers bermanfaat sebagai penjaga demokrasi. Untuk melaksanakan perannya tersebut, pers dituntut untuk melaksanakan pengawasan lingkungan, secara aktif dimanapun pers berikut berada. Hal ini dinyatakan bersama dengan tegas oleh pemerintah, bersama dengan menuangkannya dalam UU Pers No. 40 th. 1999.

9. Pemberitaan pers bermanfaat sebagai proses reward dan punishment bagi pemerintah dan masyarakat. Bagi pemerintah misalnya, pemberitaan mengenai penyelewengan dana atau korupsi yang ditunaikan pejabat pemerintah tertentu bakal mengundang pengaruh jera. Mereka juga bakal jeuh lebih waspada lagi dalam melaksanakan korupsi, sehingga dikehendaki kuantitas korupsi bakal makin berkurang. Sebaliknya, nilai berita kebaikan yang ditunaikan pemerintah bakal menambahkan respon positif atau pujian berasal dari masyarakat, sehingga membawa dampak pejabat berkenaan terasa dihargai dan terdorong untuk merusaha lebih baik lagi membagun Negara. Bagi masyarakat, dikala kebaikan dalam mayarakat disampaikan, maka secara tidak segera bakal mendatangkan pujian bagi penduduk terkait. Selain itu juga mendorong penduduk lain untuk mengikuti jejak kebaikan yang dilakukannya. Demikian pula sebaliknya, keburukan yang ditunaikan oknum penduduk tertentu bakal mengundang celaan, yang bakal menjadi hukuman sosial bagi oknum terkait.

Pers bermanfaat untuk mengotrol, mengkritik, dan mengkoreksi segala sesuatu berkenaan proses pemerintahan dan proses kemasyarakatan yang bersifa konstruktif. Maksud konstruktif disini adalah, bahwa seluruh pemberitaan pers haruslah berbentuk membagun, dan bukannya merusak (destruktif) tatanan dalam penduduk dan pemerintahan. Dalam hal ini, pers wajib melaksanakan pengecekan dan juga seleksi terhadap pemberitaan yang dipublikasikannya . Mana yang penting, yang wajib dan pantas untuk disebarluaskan.